Apa Beda Tuhannya Orang Kristen dan Non-Kristen?
Ilustrasi Tuhan Yesus (sumber www.magnific.com)
Bayangkan ada beberapa orang yang ingin mendaki sebuah gunung. Mereka memilih jalur yang berbeda karena masing-masing yakin jalurnya yang paling tepat.
Kalau semua jalur memang menuju puncak yang sama, tentu tidak masalah. Tetapi bagaimana jika salah satu jalur ternyata berakhir di jurang?
Dalam kehidupan nyata, kita tidak bisa mengatakan semua jalan pasti sama tanpa terlebih dahulu memeriksa ke mana jalan itu membawa kita. Demikian juga dengan iman.
Setiap agama memiliki pandangan yang berbeda tentang Tuhan, keselamatan, dan tujuan hidup. Karena itu, kita perlu mempelajarinya dengan jujur, bukan sekadar menganggap semuanya sama.
Aku sering dengar orang bilang, 'Semua agama menyembah Tuhan yang sama, cuma caranya beda.' Tapi ada juga yang bilang Tuhannya orang Kristen berbeda. Jadi sebenarnya gimana?
Ini pertanyaan yang sering muncul, apalagi di Indonesia yang masyarakatnya hidup berdampingan dengan berbagai agama.
Sebagai orang Kristen, kita diajarkan untuk menghormati semua orang, apa pun latar belakang agamanya (Roma 12:18). Tetapi menghormati bukan berarti kita harus mengatakan bahwa semua keyakinan mengajarkan hal yang sama.
Jawabannya adalah:
Menurut iman Kristen, Tuhan yang disembah adalah Allah yang menyatakan diri-Nya secara penuh melalui Yesus Kristus. Perbedaan utamanya bukan terletak pada nama "Tuhan", tetapi pada bagaimana Allah dikenal dan bagaimana manusia dapat berhubungan dengan-Nya.
Kalau semua agama benar-benar mengajarkan hal yang sama, seharusnya tidak ada perbedaan mendasar tentang:
- siapa Tuhan,
- bagaimana manusia diselamatkan,
- siapa Yesus,
- tujuan hidup manusia,
- dan apa yang terjadi setelah kematian.
Faktanya, setiap agama memiliki jawaban yang berbeda terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. Karena itu, orang Kristen tidak bisa mengatakan bahwa semua ajaran sama persis, meskipun kita tetap menghargai setiap orang.
Siapa Allah Menurut Kekristenan?
Alkitab menyatakan bahwa hanya ada satu Allah.
Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4)
Orang Kristen bukan menyembah tiga Allah. Orang Kristen percaya kepada satu Allah yang menyatakan diri sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Inilah yang dikenal sebagai doktrin Tritunggal.
Yesus berkata:
Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. (Matius 28:19)
Artinya, iman Kristen percaya bahwa Allah telah menyatakan diri-Nya melalui Yesus Kristus dan Roh Kudus tanpa kehilangan keesaan-Nya.
Mengapa Yesus Menjadi Pembeda?
Inilah perbedaan yang paling mendasar. Dalam Kekristenan, Yesus bukan hanya seorang guru, nabi, atau tokoh moral.
Alkitab menyatakan bahwa Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia.
Pada mulanya adalah Firman... Firman itu adalah Allah... Firman itu telah menjadi manusia. (Yohanes 1:1,14)
Yesus sendiri berkata:
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
Karena itu, bagi orang Kristen, mengenal Allah tidak dapat dipisahkan dari mengenal Yesus Kristus.
Bagaimana Manusia Diselamatkan?
Di sinilah terdapat perbedaan penting. Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah.
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. (Efesus 2:8-9)
Artinya, manusia tidak dapat membeli atau memperoleh keselamatan dengan usahanya sendiri. Keselamatan adalah pemberian Allah melalui karya Yesus di kayu salib.
Apakah Orang Kristen Boleh Mengatakan Agama Lain Salah?
Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk mengatakan kebenaran dengan kasih.
Rasul Petrus menulis:
Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat. (1 Petrus 3:15)
Jadi, orang Kristen boleh menjelaskan keyakinannya dengan jujur, tetapi tidak dipanggil untuk menghina, merendahkan, atau membenci orang yang berbeda keyakinan.
Bukankah Semua Agama Mengajarkan Kebaikan?
Ya. Banyak agama mengajarkan nilai-nilai seperti: kasih kepada sesama, kejujuran, kepedulian, dan hidup bermoral.
Sebagai orang Kristen, kita dapat mengakui dan menghargai nilai-nilai baik tersebut.
Namun, Kekristenan meyakini bahwa inti Injil bukan sekadar mengajarkan manusia menjadi baik, melainkan memberitakan bahwa Allah terlebih dahulu mengasihi manusia dan menyediakan jalan keselamatan melalui Yesus Kristus.
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa (Roma 5:8)
Lalu Bagaimana Sikap Orang Kristen?
Yesus memberikan teladan yang luar biasa. Ia berbicara tentang kebenaran tanpa kehilangan kasih. Ia menerima semua orang untuk mendengarkan mereka, tetapi juga mengundang mereka bertobat dan percaya kepada-Nya.
Karena itu, sebagai orang Kristen kita dipanggil untuk:
- menghormati semua orang,
- tidak memaksakan iman dengan kekerasan,
- hidup sebagai saksi Kristus melalui perkataan dan tindakan,
- menjelaskan iman dengan rendah hati,
- tetap teguh memegang kebenaran Firman Tuhan.
Kesimpulan
Apakah Tuhannya orang Kristen dan Tuhannya orang non-Kristen sama?
Dari sudut pandang iman Kristen, perbedaannya terletak pada cara Allah dipahami dan dikenal. Kekristenan percaya bahwa Allah telah menyatakan diri secara unik dan penuh melalui Yesus Kristus. Karena itu, hubungan dengan Allah tidak dapat dipisahkan dari iman kepada Kristus.
Namun, keyakinan tersebut tidak menjadi alasan untuk merendahkan orang lain. Sebaliknya, Yesus mengajarkan agar kita mengasihi sesama, hidup dalam damai, dan menyampaikan kebenaran dengan kasih.
Sebagai orang percaya, tugas kita bukan memenangkan perdebatan, melainkan menghadirkan karakter Kristus. Ketika orang melihat kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan pengharapan dalam hidup kita, mereka tidak hanya mendengar tentang Yesus, tetapi juga melihat karya-Nya melalui hidup kita.
Ayat untuk Diingat
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
Renungkan
- Apakah aku benar-benar mengenal Yesus, atau hanya mengetahui tentang-Nya?
- Apakah caraku berbicara tentang iman mencerminkan kasih Kristus?
- Bagaimana aku bisa menjadi saksi Kristus di tengah teman-teman yang memiliki latar belakang agama berbeda? (KB).