Bagaimana Nasib Saudara Kita yang Tidak Percaya pada Yesus?
Ilustrasi Kematian (sumber www.magnific.com)
Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan orang Kristen, sekaligus salah satu yang paling sensitif.
Alkitab memberikan beberapa penegasan yang perlu kita pegang secara bersamaan: Allah mengasihi semua manusia, keselamatan diberikan melalui Yesus Kristus, dan pada saat yang sama Allah adalah Hakim yang adil.
Karena itu, kita perlu berhati-hati agar tidak melampaui apa yang dinyatakan Alkitab.
Apa kata Alkitab?
Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan diberikan melalui Yesus Kristus.
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
Rasul Petrus juga berkata:
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia. (Kisah Para Rasul 4:12)
Dari ayat-ayat ini, iman Kristen secara historis memahami bahwa Yesus adalah satu-satunya dasar keselamatan.
Namun, Alkitab juga menyatakan bahwa Allah mengasihi semua orang.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal... (Yohanes 3:16)
Dan Allah menghendaki agar manusia bertobat.
...Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9)
Jadi, hati Allah bukan mencari alasan untuk menghukum manusia, tetapi membuka jalan keselamatan melalui Kristus.
Lalu bagaimana dengan orang yang belum menerima Yesus?
Di sinilah kita perlu membedakan antara apa yang Alkitab nyatakan dan apa yang tidak Alkitab jelaskan secara rinci.
Alkitab tidak memberi kita wewenang untuk menunjuk satu per satu orang dan berkata, "Dia pasti masuk surga," atau "Dia pasti tidak diselamatkan." Penghakiman terakhir adalah hak Allah.
Yesus berkata bahwa Bapa telah menyerahkan penghakiman kepada-Nya (Yohanes 5:22). Karena itu, orang percaya dipanggil untuk memberitakan Injil, bukan mengambil alih posisi sebagai hakim atas nasib kekal seseorang.
Bagaimana dengan orang yang belum pernah mendengar Injil?
Ini juga merupakan pertanyaan yang sering muncul. Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah Hakim yang adil dan tidak pernah berbuat salah.
Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil? (Kejadian 18:25)
Selain itu, Roma 1:19–20 menjelaskan bahwa manusia dapat melihat jejak keberadaan Allah melalui ciptaan. Namun, bagian ini tidak mengatakan bahwa pengenalan umum melalui alam sudah cukup untuk keselamatan. Itulah sebabnya Yesus mengutus gereja untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa (Matius 28:19–20).
Jadi, apa sikap orang Kristen?
Daripada sibuk menebak nasib orang lain, Alkitab mengarahkan kita untuk:
- percaya bahwa Allah sempurna dalam kasih dan keadilan;
- bersyukur atas keselamatan yang kita terima di dalam Kristus;
- mendoakan keluarga dan teman-teman yang belum mengenal Yesus;
- membagikan Injil dengan kasih, bukan dengan paksaan atau rasa menghakimi.
Bayangkan seorang dokter menemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit mematikan. Tugasnya bukan menghakimi pasien yang belum meminum obat itu, melainkan menjelaskan dengan jujur bahwa obat tersebut tersedia dan mengajak mereka menerimanya.
Demikian pula, orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah "obat" bagi dosa dan sumber keselamatan. Karena itu, fokus kita bukan menghitung siapa yang akan diselamatkan atau tidak, melainkan memperkenalkan Kristus kepada dunia.
Sebagai orang Kristen, kita meyakini bahwa:
- keselamatan diberikan melalui Yesus Kristus;
- Allah mengasihi semua manusia dan menghendaki mereka bertobat;
- Allah adalah Hakim yang sempurna, adil, dan penuh belas kasihan;
- kita tidak dipanggil untuk menghakimi nasib kekal seseorang, tetapi untuk menjadi saksi Kristus dengan kasih.
Mungkin pertanyaan yang lebih penting bukanlah, "Bagaimana nasib mereka yang belum menerima Yesus?", melainkan:
Sudahkah aku menjadi saksi Kristus yang membuat orang lain ingin mengenal Yesus?
Pertanyaan itu mengubah fokus kita dari berspekulasi tentang penghakiman menjadi menjalankan misi yang Yesus percayakan kepada setiap orang percaya. (KB).